

Grogi, ini adalah salah satu hal yang mungkin pernah dirasakan oleh siapa pun. Ketika kita masih duduk di bangku sekolah sadar misalnya, mungkin kita pernah berkeringat dingin di depan kelas ketika diminta untuk menjawab pertanyaan. Hal yang tak jauh berbeda juga mungkin pernah kita rasakan ketika tiba-tiba diminta untuk memimpin rapat untuk pertama kalinya.
Kita lihat yuk, sebenarnya apa sih penyebab grogi ini!
Pengalaman pertama
Ini adalah penyebab yang paling umum mengapa seseorang dilanda grogi. Rasakan deh apa perbedaan ketika saat ini kamu diminta misalkan untuk memimpin rapat dengan dahulu ketika pertama kali kamu diminta memimpin rapat. Pengalaman pertama membuat kita belum mempunyai pembanding dalam melakukan sesuatu, itu sebabnya kita merasakan grogi. Ketika pengalaman pertama itu sudah lewat, grogi tersebut kemudian bisa berkurang karena kita sudah punya ‘wawasan’ bagaimana dalam melakukan sesuatu.
Belum menguasai materi
Selain pengalaman, ternyata penguasaan materi akan sesuatu juga bisa membuat seseorang menjadi grogi. Ketika seseorang merasa masih minim wawasan, maka ini berpengaruh kepada percaya diri seseorang. Nah, untuk alasan yang ini maka langkah selanjutnya adalah mengumpulkan berbagai data (baca: memelajari materi). Penguasaan materi akan sesuatu ternyata berpengaruh positif terhadap percaya diri. Kemudian percaya diri ini berpengaruh negatif terhadap grogi. Merasa grogi? Belajarlah!
Pikiran negatif
Ini adalah penyebab grogi yang cukup berbahaya. Ya, ketika penyebab lainnya sudah teridentifikasi dan sudah coba diatasi, penyebab yang satu ini bisa ‘mementahkan’ kembali usaha untuk atasi grogi. Lantas bagaimana untuk atasi pikiran negatif ini? Tenang! Yuk kita latihan untuk bisa berpikir dengan lebih postif. Tantanglah dirimu untuk bisa menikmati pengalaman tampilmu ini. Tampil itu adalah tantangan untuk dinikmati, bukan ancaman untuk ditakuti. Nikmatilah episode ketika kamu dituntut tampil dalam satu momen.
Ada satu hal menarik yang ternyata menggambarkan grogi secara ilmiah. Ketika kita merasa grogi, ternyata produksi hormon dominan atau testosteron menurun, hal ini lah yang membuat kita tidak percaya diri. Ketika grogi juga produksi hormon stres (kortisol) meningkat. Ternyata untuk mengatasi ini kita bisa menggunakan high power poses untuk mengatasinya. Dengan sikap yakin, maka produksi testosteron bisa meningkat dan produksi hormon kortisol bisa menurun.
Grogi? Pilih solusi yang tepat untuk atasinya!
17 Mei 2025 | 234
Dalam era digital saat ini, strategi kampanye buzzer pilkada menjadi salah satu elemen kunci untuk memenangkan pemilihan kepala daerah. Papan iklan digital dan media sosial telah menjadi ...
Biaya Kuliah UGM: Ini Cara Cek UKT Kamu Sebelum Registrasi
17 Apr 2025 | 725
Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia yang banyak diminati oleh calon mahasiswa. Setiap tahun, ribuan pelajar berjuang untuk mendapatkan ...
Perbandingan Efektivitas AI Agents dan Human Content dalam Meningkatkan Ranking SEO 2026
12 Apr 2026 | 72
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan telah membawa perubahan besar dalam cara strategi digital marketing dijalankan. Pada tahun 2026, SEO tidak lagi hanya bergantung pada teknik ...
Jasa Review Google Maps Level Tinggi: Meningkatkan Visibilitas Bisnis Anda Bersama Rajakomen.com
17 Mei 2025 | 385
Dalam era digital yang semakin berkembang, keberadaan bisnis di platform online menjadi sangat krusial. Salah satu alat penting untuk meningkatkan visibilitas bisnis di dunia maya adalah ...
Kuliah Metaverse Memberikan Banyak Kemudahan Bagi Mahasiswa
9 Apr 2022 | 1583
Pesatnya perkembangan teknologi salah satunya adalah dunia virtual yang disebut dengan metaverse.Teknologi ini akan menjadi tren terbesar dalam sejarah industri blockchain. Semua itu ...
Bagaimana Bimbel Online SD Membantu Anak Lebih Percaya Diri dalam Belajar?
7 Maret 2025 | 443
Di era digital saat ini, banyak orang tua yang mulai beralih ke pendidikan tambahan, seperti Bimbel Online SD, untuk membantu anak-anak mereka dalam belajar. Tentu saja, tujuan utama dari ...