

Common cold atau yang lebih dikenal pilek adalah infeksi virus ringan pada saluran pernafasan bagian atas. yaitu hidung dan tenggorokan. Gejala dari pilek itu sendiri berupa bersin, sakit tenggorokan dan batuk-batuk adalah gejala awal penyakit pilek pada anak. Meskipun bukan merupakan penyakit berat namun seringkali penyakit ini membuat orangtua khawatir. Sebenarnya ada lebih dari 200 virus yang dapat menyebabkan anak sakit pilek namun penyebab yang paling umum adalah human rhinovirus. Yaitu kelompok virus yang paling banyak menyebabkan batuk pilek. Dan selain virus tersebut, penyakit ini disebabkan oleh coronavirus, adenovirus, human parainfluenza virus (HPIV) dan respiratory syncytial virus (RSV).
Virus dapat masuk melalui hidung, mulut dan bahkan mata sebelum menimbulkan gejala. Virus dapat masuk ke dalam tubuh tanpa sengaja menghirup percikan liur penderita batuk pilek yang tersembur ke udara melalui bersin atau batuk. Selain itu, virus ini dapat masuk ke dalam tubuh seseorang pada saat menyentuh permukaan benda yang telah terkontaminasi oleh percikan liur yang telah mengandung virus batuk pilek di dalamnya kemudian menyentuh hidung, mulut atau mata dengan tangan tersebut.
Oleh karena itu antibiotik yang didesain untuk melawan bakteri tidak akan mampu meredakan batuk pada anak. Dan pilek ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu antara 4 sampai 10 hari tanpa pengobatan. Cepat atau sebentarnya tergantung pada kekuatan imun.
Gejala umum pada penyakit pilek anak biasanya diawali denga keluhan sakit kepala serta rasa tidak enak pada tubuh. Sedangkan gejala-gejala lainnya akan tampak setelah 1-3 hari anak terpapar virus seperti :
Adalah hal yang wajar bila anak pada usia prasekolah mengalami pilek dalam satu tahun sekitar 9 kali dan sementara itu bagi anak TK biasanya terserang 12 kali dalam satu tahun. Sedangkan pada usia remaja dan dewasa biasanya terjangkit sekitar 2-4 kali dalam setahun. Pada pergantian musim atau pada saat musim penghujan biasanya menjadi bulan yang paling banyak terjadinya kasus pilek.
Ada beberapa faktor anak beresiko lebih tinggi untuk terkena batuk pilek seperti :
1.Sistem kekebalan tubuh yang belum matang
2.Tertular dari anak-anak lain
3.Peralihan musim
Untuk mencegah penularan batuk pilek pada anak sebaiknya lakukan hal-hal berikut di bawah ini :
Sedangkan cara mengatasi pilek secara alami pada anak yang telah terkena batuk dan pilek adalah sebagai berikut :
1.Perbanyak beristirahat dan tidur
Karena dengan tidur yang cukup merupakan salah satu cara untuk mengatasi pilek. Namun sebaliknya bila kurang tidur dapat menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh.
2.Perbanyak cairan
Mengatasi abak yang sedang pilek dapat dengan cara memperbanyak minum air atau bisa juga dengan cara memberikan air jeruk nipis hangat yang diberi sedikit madu.
3.Konsumsi sup hangat
Sup ayam mengandung sistein atau sejenis asam amino yang dapat mengurangi lendir. Dan ada juga yang menyebutkan bahwa sup ayam dapat membantu tubuh mengontrol netrofil atau sel penyebab hidung tersumbat.
4.Berikan air garam
Pada sebagian orang dengan memberikan air garam dipercaya dapat membantu meredakan pilek baik pada anak maupun orang dewasa. Larutkan 1/4-1/2 sendok teh garam dalam 236 ml air hangat dan kemudian teteskan ke lubang hidung anak dengan bantuan pipet. Namun cara ini tidak cocok bagi anak yang berumur kurang dari 4 tahun.
5.Berikan vitamin C
Pemberian vitamin C dapat meningkatkan daya tahan tubuh penderita dan penderita akan lebih cepat sembuh bila mengkonsumsi vitamin C. Jenis buah dan sayur yang kaya akan vitamin C serta aman untuk anak semua usia seperti pisang, pepaya, jeruk, bayam, ubi jalar, tomat dan brokoli.
6.Mandi menggunakan air hangat
Mandi dengan menggunakan air hangat dapat membantu untuk mengurangi rasa pegal-pegal pada tubuh yang membuat anak merasa tidak nyaman.
Dalam hal cara mengatasi pilek pada bayi, yang perlu dilakukan adalah hindari menaruh si kecil pada ruangan yang memiliki suhu dingin agar lendir tidak semakin menyumbat jalan napasnya. Selain itu, perbanyak asupan ASI untuk si kecil. Dan pada saat bayi sulit untuk menyusui secara langsung, berikan ASI dengan menggunakan sendok, cangkir atau pipet. Si kecil juga akan merasa lebih nyaman untuk tidur dengan posisi kepala lebih tinggi. Atau pangkulah si kecil dalam posisi tengkurap di atas lutut kemudian tepuk punggungnya pelan-pelan agar si kecil dapat bernapas dengan lebih nyaman.
Media Monitoring Masa Depan: Lebih Cepat, Akurat, dan Proaktif
19 Maret 2025 | 451
Di era digital yang serba cepat ini, pentingnya teknologi media monitoring tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan jumlah informasi yang terus berkembang dan berfluktuasi, organisasi dan ...
Optimalkan Backlink Anda Lewat Infografik yang Bisa Dibagikan
14 Mei 2025 | 389
Dalam dunia digital marketing, backlink memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan peringkat situs web di mesin pencari. Salah satu strategi yang efektif dalam membangun backlink ...
Resep Kue Cucur Gula Merah: Camilan Enak dan Manis untuk Masyarakat Indonesia
21 Jul 2024 | 735
Kue cucur gula merah adalah salah satu camilan tradisional Indonesia yang memiliki rasa manis dan lezat. Kue ini sering dijumpai di berbagai acara, mulai dari kegiatan keagamaan hingga ...
15 Feb 2026 | 72
Ma’soem University kini membuka pendaftaran gelombang pertama bagi Anda yang berminat menekuni program Manajemen Bisnis Syariah S1 untuk mencetak wirausaha sukses berlandaskan ...
Meningkatkan Visibilitas dengan Promosi Website Bisnis Efektif
18 Mei 2025 | 317
Di era digital saat ini, memiliki website bisnis yang efektif adalah suatu keharusan untuk mencapai kesuksesan. Namun, membuat website yang menarik saja tidak cukup; Anda juga perlu ...
Mau Nilai Tryout BUMN Tinggi? Ini Prediksi Tesnya!
28 Apr 2025 | 415
Bagi banyak orang, kerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah impian yang diidam-idamkan. Dengan beragam benefit dan lingkungan kerja yang dinamis, tidak heran jika kompetisi dalam ...