rajatv
Serangan Balik kepada GAR ITB Hadir Dari Segala Penjuru

Serangan Balik kepada GAR ITB Hadir Dari Segala Penjuru

16 Feb 2021
112x
Ditulis oleh : Writer

Mahfud MD bukan seorang pengamat yang hanya dipandang untuk opininya. Tetapi ia adalah Menko Polhukam. Pejabat kompeten untuk melakukan judgement situasi politik dan keamanan. Termasuk menilai profil figur Prof Dr Din Syamsuddin MA apakah radikal atau tidak.

Artinya, berbahaya atau tidak bagi bangsa dan negara.

Pernyataan penting dari Pak Mahfud adalah, bahwa Din Syamsuddin bukanlah seorang radikal. Ini mematahkan upaya Gerakan Anti Radikal (GAR) ITB yang melaporkan Din Syamsuddin sebagai figur yang radikal kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Di tengah penentangan banyak pihak atas langkah GAR ITB ini, pernyataan Mahfud MD menjadi jawaban. Laporan harus segera dimasukkan ke dalam keranjang sampah. Saatnya juga GAR ITB  menuai badai. Kena berbagai serangan balik dari sana-sini. Karena organisasi ini mengatasnamakan alumni ITB maka GAR telah mencemarkan institusi ITB.

Sanksi,

Karenanya pasca penegasan Menkopolhukam terhadap pribadi Prof Din Syamsuddin, konsekuensi terhadap GAR dan laporannya adalah:

Pertama, sanksi moral harus diberikan yaitu GAR ITB mesti mencabut laporan KASN dan meminta maaf kepada Prof Dr Din Syamsuddin MA. Berjanji untuk tidak mengulangi kerja tendensius dan berbau fitnah seperti ini.

Kedua, sanksi sosial harus diberikan kepada organisasi GAR ITB yakni desakan atau imbauan ITB agar GAR dibubarkan karena terbukti berulang kali mencemarkan nama baik institusi ITB. Pembubaran adalah konsekuensi logis dan pelajaran yang sangat berharga.

Ketiga, sanksi politik yaitu GAR ITB diusut tentang pendanaan dan perlindungan ’kakak pembina’ karena telah memperlihatkan diri sebagai buzzer kekuasaan.

GAR bukan bagian dari institusi ITB tetapi menjadi alat mainan ’luar’ untuk mengacak-acak ITB.

GAR bukan kumpulan akademisi tetapi kelompok politik.

Keempat, sanksi hukum GAR ITB yang telah mencemarkan nama baik Prof Din Syamsuddin layak untuk diadukan ke aparat penegak hukum atas delik pelanggaran yang diatur dalam KUHP dan UU ITE.

Di samping juga gugatan perdata yang  dapat diajukan ke Pengadilan Negeri.

Kelima, sanksi agama. Reaksi MUI, Muhammadiyah, dan NU dalam pembelaan kepada Din Syamsuddin mengindikasi ada misi keagamaan tertentu untuk memfitnah dan mendiskreditkan seorang tokoh Islam. Din Syamsuddin adalah tokoh Islam tingkat nasional dan internasional. Penyelidikan lanjutan diperlukan untuk membuktikan ada tidaknya ’serangan keagamaan’.

Selain serangan balik diatas tadi, dari pihak ITB sendiri pun tidak pernah mengakui adanya Gerakan Anti Radikal (GAR) dari alumni mereka.

GAR ITB telah membuat gara-gara dan kegaduhan di lingkungan akademis. Jika dibiarkan tanpa sanksi GAR ITB akan terus bergerak merajalela menunaikan misi sebagai buzzer, mengacak-acak harmoni dengan prasangka, hoaks, dan hate speech yang lebih jauh akan merusak ideologi bangsa.

Kini hanya tiga kata untuk GAR ITB sang perusak harmoni, yaitu bubarkan, pinggirkan, dan hukum!

Berita Terkait
Baca Juga:
Cari Pinjaman Online Bayar Bulanan? Ini rekomendasinya

Cari Pinjaman Online Bayar Bulanan? Ini rekomendasinya

Tips      

10 Des 2020 | 376


Dalam rangka memenuhi tingginya kebutuhan pinjaman dana masyarakat FinTech memberi pelbagai inovasi menarik. Misal saja, Kredit Tanpa Agunan (KTA), dengan cara uang cepat dan tergolong ...

Keunggulan Menggunakan Bata Ringan Pada Bangunan Anda

Keunggulan Menggunakan Bata Ringan Pada Bangunan Anda

Properti      

8 Apr 2021 | 152


Pada saat anda akan melakukan pembangunan rumah maupun kantor maka bata menjadi salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pondasi. Ada berbagai jenis bata yang bisa dipergunakan ...

5 Tempat Wisata di jawa Tengah Bernuansa Alam Menakjubkan

5 Tempat Wisata di jawa Tengah Bernuansa Alam Menakjubkan

Pariwisata      

22 Mei 2020 | 356


Berwisata merupakan salah satu cara paling menyenangkan untuk menenangkan pikiran. Tidak heran banyak tempat wisata selalu ramai dikunjungi. Salah satunya adalah tempat wisata di Jawa ...

Kebiasaan-Kebiasaan Baru di Masa Pendemi Virus Korona

Kebiasaan-Kebiasaan Baru di Masa Pendemi Virus Korona

Gaya Hidup      

26 Apr 2020 | 453


Berbagai kebiasaan baru tak dipungkiri kini hadir di masa pandemi. Bukan hanya kebiasaan yang berhubungan dengan tindakan preventif terhadap virus. Tapi ada kebiasaan-kebiasaan yang tanpa ...

Essential Oil yang Aman bagi Bayi dan Balita

Essential Oil yang Aman bagi Bayi dan Balita

Kesehatan      

26 Jun 2019 | 717


Bagi beberapa kalangan, penggunaan essential oil kini mulai populer karena minyak ini menawarkan berbagai manfaat bagi kesehatan. Tidak hanya untuk orng dewasa tetapi juga penggunaan ...

Coba Cara Ini Untuk Menenangkan Hati dari Pemberitaan Covid-19!

Coba Cara Ini Untuk Menenangkan Hati dari Pemberitaan Covid-19!

Tips      

27 Maret 2020 | 514


Hari demi hari pemberitaan mengenai covid-19 rasanya membuat sebagian besar orang harus bisa bekerja keras. Bekerja keras agar bisa memiliki hati yang tetap tenang. Entah bagian mana dari ...

Copyright © Jakarta-Media.com 2018 - All rights reserved