

Mahfud MD bukan seorang pengamat yang hanya dipandang untuk opininya. Tetapi ia adalah Menko Polhukam. Pejabat kompeten untuk melakukan judgement situasi politik dan keamanan. Termasuk menilai profil figur Prof Dr Din Syamsuddin MA apakah radikal atau tidak.
Artinya, berbahaya atau tidak bagi bangsa dan negara.
Pernyataan penting dari Pak Mahfud adalah, bahwa Din Syamsuddin bukanlah seorang radikal. Ini mematahkan upaya Gerakan Anti Radikal (GAR) ITB yang melaporkan Din Syamsuddin sebagai figur yang radikal kepada Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
Di tengah penentangan banyak pihak atas langkah GAR ITB ini, pernyataan Mahfud MD menjadi jawaban. Laporan harus segera dimasukkan ke dalam keranjang sampah. Saatnya juga GAR ITB menuai badai. Kena berbagai serangan balik dari sana-sini. Karena organisasi ini mengatasnamakan alumni ITB maka GAR telah mencemarkan institusi ITB.
Sanksi,
Karenanya pasca penegasan Menkopolhukam terhadap pribadi Prof Din Syamsuddin, konsekuensi terhadap GAR dan laporannya adalah:
Pertama, sanksi moral harus diberikan yaitu GAR ITB mesti mencabut laporan KASN dan meminta maaf kepada Prof Dr Din Syamsuddin MA. Berjanji untuk tidak mengulangi kerja tendensius dan berbau fitnah seperti ini.
Kedua, sanksi sosial harus diberikan kepada organisasi GAR ITB yakni desakan atau imbauan ITB agar GAR dibubarkan karena terbukti berulang kali mencemarkan nama baik institusi ITB. Pembubaran adalah konsekuensi logis dan pelajaran yang sangat berharga.
Ketiga, sanksi politik yaitu GAR ITB diusut tentang pendanaan dan perlindungan ’kakak pembina’ karena telah memperlihatkan diri sebagai buzzer kekuasaan.
GAR bukan bagian dari institusi ITB tetapi menjadi alat mainan ’luar’ untuk mengacak-acak ITB.
GAR bukan kumpulan akademisi tetapi kelompok politik.
Keempat, sanksi hukum GAR ITB yang telah mencemarkan nama baik Prof Din Syamsuddin layak untuk diadukan ke aparat penegak hukum atas delik pelanggaran yang diatur dalam KUHP dan UU ITE.
Di samping juga gugatan perdata yang dapat diajukan ke Pengadilan Negeri.
Kelima, sanksi agama. Reaksi MUI, Muhammadiyah, dan NU dalam pembelaan kepada Din Syamsuddin mengindikasi ada misi keagamaan tertentu untuk memfitnah dan mendiskreditkan seorang tokoh Islam. Din Syamsuddin adalah tokoh Islam tingkat nasional dan internasional. Penyelidikan lanjutan diperlukan untuk membuktikan ada tidaknya ’serangan keagamaan’.
Selain serangan balik diatas tadi, dari pihak ITB sendiri pun tidak pernah mengakui adanya Gerakan Anti Radikal (GAR) dari alumni mereka.
GAR ITB telah membuat gara-gara dan kegaduhan di lingkungan akademis. Jika dibiarkan tanpa sanksi GAR ITB akan terus bergerak merajalela menunaikan misi sebagai buzzer, mengacak-acak harmoni dengan prasangka, hoaks, dan hate speech yang lebih jauh akan merusak ideologi bangsa.
Kini hanya tiga kata untuk GAR ITB sang perusak harmoni, yaitu bubarkan, pinggirkan, dan hukum!
Tryout Online Sejarah: Mempersiapkan Diri Menghadapi Ujian Sejarah Kolonialisme
17 Jun 2025 | 382
Seiring dengan perkembangan teknologi, metode pembelajaran juga mengalami transformasi signifikan. Salah satu bentuk inovasi dalam dunia pendidikan adalah pelaksanaan tryout online yang ...
Awal Mula Terbentuknya Organisasi PAFI dan Tujuannya
23 Jan 2025 | 753
Organisasi PAFI (lihat situs https://pafi.id/) adalah organisasi tertua di Indonesia yang terdiri dari para profesional penting di bidang farmasi. Sebelum profesi apoteker dikenal, ...
Strategi Efektif Promosi di Sosmed Jualan Produk MLM
23 Jun 2025 | 222
Dalam era digital saat ini, promosi di sosmed jualan produk MLM (Multi Level Marketing) menjadi salah satu cara paling efektif untuk mencapai pelanggan yang lebih luas. Dengan jutaan ...
Kunci Sukses Membangun Reputasi Online Bisnis Anda
18 Maret 2025 | 417
Dalam era digital yang semakin berkembang, reputasi online suatu bisnis menjadi salah satu aset terpenting. Kini, konsumen tidak hanya berinteraksi dengan produk yang mereka beli, tetapi ...
Jangan Buang Waktumu! Ini Cara Jitu Jasa Daftar Akun Medsos Bikin Bisnismu Langsung Eksis!
25 Apr 2025 | 428
Di era digital saat ini, keberadaan media sosial bukan hanya menjadi pilihan, tetapi sudah menjadi keharusan bagi para pelaku bisnis. Memiliki akun media sosial memberi peluang besar untuk ...
Apa Sih Kegunaan Katalog Sebenarnya Dalam Dunia Jualan Online?
28 Jun 2024 | 714
Jualan online kini menjadi salah satu tren bisnis yang sangat populer di kalangan masyarakat. Peluang yang besar di dunia maya membuat banyak pelaku bisnis beralih ke jualan online sebagai ...