rajatrafficNET
Pertamina Era Ahok Rugi 11 Triliun, DKI Raih 21 Penghargaan di Tangan Anies

Pertamina Era Ahok Rugi 11 Triliun, DKI Raih 21 Penghargaan di Tangan Anies

27 Agu 2020
320x
Ditulis oleh : Writer

Kabar tidak sedap kembali datang dari BUMN di era pemerintahan Jokowi, sekarang PT Pertamina yang sedang mengalami kerugian hingga 11 Triliun saat jabatan komisaris utama dipegang oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Bagaimana bisa, disaat harga minyak dunia turun dan Pertamina menjualnya dengan harga tinggi masih bisa rugi? Perusahaan besar sekelas Pertamina bisa kalah dengan pedagang di pasar tradisional yang masih bisa untung walau harga jualnya terhitung sangat rendah dan dengan keuntungan yang bisa dibilang sangat kecil.

Kerugiannya pun sangat tiak masuk akal bisa mencapai angka 11 triliun, mengingat harga jual di Indonesia tidak mengalami penurunan sama sekali disaat harga minyak dunia turun. Mungkinkah benar adanya mafia di dalam Perusahaan tersebut,  atau sebaliknya?  yaitu tidak becusnya kinerja Ahok sebagai komisaris utama Pertamina.

Kinerja Ahok yang buruk ini tidaklah mengejutkan salah satu politisi Partai Demokrat Taufik Rendusara. Dia langsung membandingkan kinerja Ahok saat menjadi Gubernur Jakarta dengan kepemimpinan Anies Baswedan sekarang. Saat era Ahok menjabat kinerjanya memang kurang memuaskan, berbeda sekali dengan Anies Baswedan yang sudah meraih 21 penghargaan dari berbagai lembaga untuk Pemprov DKI.

Total kerugian Pertamina era Ahok sebagai komisaris utama mencapai USD767,92 juta, atau setara dengan Rp 11,28 triliun.

Kondisi tersebut sangat bertolak belakang dengan pernyataan Ahok yang sempat mengatakan bahwa pendapatan Pertamina yang mencapai Rp 800 triliun sangat besar hampir setara APBN. Pada tanggal 27 Juni lalu juga Ahok pernah sesumbar jika pengawasannya benar maka “sambil merem’ juga Pertamina pasti untung.

Sempat viral pula video Ahok yang sesumbar akan membubarkan Pertamina jika dalam 7 bulan tidak untung. Berikut perkataannya dalam video tersebut “tujuh bulan juga udah mulai kelihatan kok, gua bilang kalau enggak gua bubarin, gua bersihin” celoteh Ahok sambil tertawa.

http://www.youtube.com/watch?v=qkw0DsFFdBM

Sesumbar itu memang mudah, apalagi menjadi orang yang dekat dengan penguasa saat ini. Apapun yang dikatakannya pasti seakan dibenarkan dan akan selalu di dukung oleh pemerintah saat ini.

Tetapi tidak pada kenyataannya, penunjukkan Ahok menjadi komisaris utama Pertamina langsung oleh Presiden ternyata malah merugikan perusahaan BUMN tersebut. Padahal mungkin tujuannya adalah hanya agar ada keikutsertaan unsur Tionghoa di dalam pemerintahan atau bidang penting negara.

Jadi untuk apa Jokowi menunjuk Ahok, orang yang sudah kurang berprestasi dan menjadi mantan narapidana menjadi komisaris utama di Pertamina? Kalau hanya untuk menambah masalah baru di Indonesia.

 

Baca Juga:
Tips Perawatan Kulit Orang Indonesia

Tips Perawatan Kulit Orang Indonesia

Kecantikan      

18 Sep 2019 | 573


Indonesia termasuk salah satu negara dengan iklim tropis, di mana hanya mempunyai dua macam musim, yakni kemarau dan hujan.Tinggal di negara tropis yang sepanjang tahun terpapar sinar ...

Jaga Jarak di Era Pandemi Virus Korona, Bukan Berarti Tidak Bisa Bekerjasama

Jaga Jarak di Era Pandemi Virus Korona, Bukan Berarti Tidak Bisa Bekerjasama

Tips      

26 Maret 2020 | 543


Menjaga jarak, ini adalah hal yang dihimbau di berbagai negara sebagai pencegahan meluasnya virus korona. Namun menjaga jarak bukan berarti kita tidak bisa bekerjasama satu dengan lainnya. ...

Ternyata ini Keuntungan Menjadi Starlight Member Mobile Legends

Ternyata ini Keuntungan Menjadi Starlight Member Mobile Legends

Teknologi      

17 Jul 2020 | 741


Hingga saat ini game Mobile Legends adalah salah satu game favorit dari berbagai kalangan. Game Mobile Legends bahkan mendapatkan rating yag tinggi di Playstore maupun App store dan telah ...

Tertarik dengan Memiliki Otoritas dalam Mengatur Jam Kerja?

Tertarik dengan Memiliki Otoritas dalam Mengatur Jam Kerja?

Gaya Hidup      

12 Feb 2020 | 488


Bekerja, ini adalah salah satu tahapan dari fase-fase keihidupan. Lahir, sekolah, kuliah, bekerja, menikah, dan fase-fase selanjutanya. Ada fase yang bisa berjalan beriringan ada fase yang ...

Jalan-jalan ke Dapur Yuk, Kita Mengolah Tempe Saus Tiram Kaya Manfaat!

Jalan-jalan ke Dapur Yuk, Kita Mengolah Tempe Saus Tiram Kaya Manfaat!

     

15 Apr 2020 | 429


Bagaimana kabar kalian semua? Ini adalah minggu ke lima ‘di rumah saja’. Tentunya sudah banyak yang sudah banyak cerita bukan? Cerita tentang apa yang dirasa, apa yang ...

Di Rumah Saja, Bukan Berarti Tidak Produktif Lho. Yuk, Terus Produktif!

Di Rumah Saja, Bukan Berarti Tidak Produktif Lho. Yuk, Terus Produktif!

Gaya Hidup      

7 Apr 2020 | 401


Rutinitas berangkat ke kantor atau ke sekolah di pagi hari, kini sedang tidak dilakukan dulu oleh sebagian orang. Kini bekerja dan belajarpun dilakukan dari rumah. Dahulu di pagi hari ...

Copyright © Jakarta-Media.com 2018 - All rights reserved