

Virus korona, ini adalah penyedot perhatian dunia saat ini. Berbagai tayangan televisi, postingan media sosial, banyak yang menjadikan ini sebagai bahasan utamanya. Begitu pula bahasa topik di berbagai grup aplikasi perbincangan. Grup kantor sibuk membicarakan cara pencegahan penyebarannya, grup SMA asyik bahas tentang mutasi virus, grup keluarga serius bahas mengenai kebijakan pemerintah terkait virus korona ini.
Intinya jika kamu memiliki grup perbincangan di telepon selulermu, sedikitnya pasti ada satu grup yang membahas mengenai ini bukan? Pertukaran informasi di era digital ini memudahkan kita untuk mendapatkan informasi tentang berbagai hal. Kamu yang tidak ada latar belakang peneliti virus pun bisa mengakses informasi mengenai ini dengan mudah. Kamu yang juga bukan seorang dokter pun bisa menyarankan pencegahan penularan virus kepada anggota keluargamu. Kamu pun yang awalnya tidak tahu mengenai virus ini, sedikitnya kamu kini sudah tahu bagaimana cara agar tidak terkena virus ini.
Kita coba simak sedikit penjelasan menganai virus ini yuk!
Konon katanya virus korona yang ada di Indonesia saat ini adalah virus yang sudah bermutasi. Bagaimana virus itu bisa bermutasi? Menurut penjelasan seorang yang mendalami mikrobiologi, virus itu ukurannya sangat kecil. Ketika ia masuk ke dalam tubuh manusia, ia tidak langsung menempel pada sel manusia, namun menjadi parasit. Ia bisa menjadi parasit di bakteri. Ketika ini terjadi, tubuh manusia kemudian akan bereaksi dengan membentuk ‘prajurit’ atau antibodi untuk melawan virus tersebut. Hingga akhirnya prajurit kita berhasil memenangkan pertempuran (baca: sembuh).
Mengapa virus terus bermutasi? Virus bermutasi ketika masuk ke tubuh seseorang dan melawan ‘prajurit’ yang ada di tubuh tersebut. Ternyata ini terjadi karena virus terus berpindah dari satu tubuh ke tubuh lainnya tanpa ia tuntas diperangi oleh prajurit dari tubuh seseorang. Ia bermutasi karena mempelajari bagaimana virus ini bisa ‘bekerja’ di tubuh-tubuh orang yang dihinggapinya. Ketika virus masuk ke tubuh manusia, ia akan terperangi ketika antobodi seseorang sudah membentuk imunitas dengan kuatnya. Hal yang sebaliknya terjadi jika seseorang masih belum terbentuk dengan kuat imunitasnya.
Bagaimana supaya virus ini berhenti bermutasi? Salah dua yang bisa dilakukan adalah lakukan social distancing untuk mencegah virus tersebut berpindah dari satu tubuh ke tubuh lainnya dan lakukan pola hidup sehat agar engkau memiliki 'prajurit' (imunitas) yang bisa melawan virus tersebut ketika ia lolos masuk ke dalam.
Tetap sehatlah semua!
Bersyukurlah Atas Hari Kemarin, Hari Ini, Hari Esok, dan Seterusnya!
4 Apr 2020 | 1876
Momen bahagia, ini adalah momen yang menyenangkan untuk diingat kembali. Momen bahagia adalah momen yang mudah direcall kembali. Kita biasanya masih mengingat bagaimana suasananya, ...
Bimbel Online Kedokteran dengan Tutor Berpengalaman: Pilih yang Mana?
14 Maret 2025 | 452
Dalam era digital saat ini, belajar secara online telah menjadi pilihan utama bagi banyak pelajar, termasuk mereka yang bercita-cita menjadi dokter. Bimbel Online Kedokteran menawarkan ...
Mengoptimalkan Penjualan Software Melalui Pelatihan Digital Marketing
5 Jun 2025 | 332
Dalam era digital saat ini, strategi pemasaran yang efektif menjadi kunci kesuksesan sebuah bisnis. Ini juga berlaku dalam konteks penjualan software. Pelatihan digital marketing menjadi ...
Inovasi Trik Pemasaran Online untuk Menghadapi Hambatan Utama Tren Online Marketing 2026
27 Jan 2026 | 61
Inovasi dalam pemasaran online menjadi kebutuhan utama bagi bisnis yang ingin tetap relevan dan kompetitif. Hambatan utama tren online marketing 2026 semakin kompleks, mencakup kesulitan ...
Bagaimana Konten Interaktif Bisa Membantu Meningkatkan Engagement Instagram?
27 Maret 2025 | 409
Di era digital saat ini, Instagram telah menjadi salah satu platform media sosial yang paling banyak digunakan, dengan lebih dari satu miliar pengguna aktif. Meningkatkan tingkat engagement ...
Jalur Prestasi OSIS Masuk Kedokteran Peluang yang Masih Jarang Disadari Siswa
29 Des 2025 | 129
Masuk Fakultas Kedokteran selama ini identik dengan persaingan nilai akademik yang ketat dan tes tulis yang melelahkan. Banyak siswa merasa bahwa satu-satunya jalan menuju jas putih adalah ...