Tryout.id
pesantren Al Masoem

8 Alasan, Mengapa Perundungan Masih Terjadi Baik di Pesantren dan Sekolah Formal

26 Feb 2024
1156x
Ditulis oleh : Editor

Perundungan dan bullying merupakan tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain, bagi para pelaku perundungan tidak akan diberikan ketenangan, bahkan banyak sekolah yang akan membantu mengusut hingga tuntas para pelaku perundungan, meskipun ada beberapa pesantren dan sekolah yang memang tidak bertanggung jawab dan seakan tutup mata, pelaku bullying di sekolah dan di pesantren merupakan perilaku yang menyimpang. Kenapa bisa disebutkan sebagai perilaku yang menyimpang? Karena orang normal tidak mungkin melakukan pembullyan, apapun alasannya pembullyan dan perundungan merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan. Meskipun beberapa kasus kemarin kita tidak bisa membedakan mana korban dan nama tersangka, tapi siapapun itu yang melakukan bullying, dia adalah orang yang sudah tidak bisa ditoleransi lagi. 

Tenaga pendidikan seperti sekolah dan pesantren, wajib memberikan edukasi bahkan jika bisa lakukan tindakan tegas kepada para pelaku bullying bahkan harus diusut dengan tuntas dan jika bisa dibersihkan secara kekeluargaan maka benarkan jika tidak, jalur hukum sekolah harus siap membantu. Yang jadi pertanyaan sekarang ,mengapa perundungan masih banyak terjadi bahkan setelah jatuh banyak korban jiwa? Dalam artikel ini kami akan membahas alasan kenapa perundungan masih bisa terjadi dan alasan siswa melakukan tindakan keji itu di sekolah dan di pesantren.

8 Alasan, Mengapa Perundungan Masih Terjadi Meskipun Sudah Banyak yang Menjadi Korban bahkan Hingga Meninggal Dunia

Perundungan atau bullying masih terjadi meskipun sudah banyak yang menjadi korban karena beberapa faktor:

Budaya permisif: 

Di beberapa lingkungan, bullying dianggap sebagai hal yang wajar dan normal. Hal ini dapat menyebabkan pelaku bullying merasa tidak bersalah atas tindakan mereka. Sekolah dan pesantren merupakan lembaga pendidikan yang sudah seharusnya dijadikan tempat untuk memberikan budaya yang inklusif, maka ketika seorang anak berada dilingkungan yang permisif, harusnya bisa dirubah dengan pendekatan pendekatan tertentu, karena kami yakin orang tua juga menginginkan itu dari lembaga pendidikan. Tapi bagaimana jika ternyata lembaga pendidikan gagal? Ini yang sering terjadi, akhirnya pembullyan pun terjadi di kawasan sekolah dan pesantren. Jadi apa yang harus dilakukan sekolah dan pesantren? Berikan doktrin untuk mengedukasi siswa dan santri bahwa perundungan itu dilarang dan berikan mereka edukasi tentang konsekuensi jika mereka melakukan itu, baik itu dikembalikan kepada orang tua atau bahkan dibawa ke jalur hukum.

Faktor psikologis: 

Pelaku bullying mungkin memiliki masalah psikologis, seperti rasa rendah diri atau insecure, yang mendorong mereka untuk menyakiti orang lain. Hal seperti ini memang terdengar sangat miris tapi bukan berarti bisa dibenarkan. Ketika mereka yang memiliki masalah psikologis dan menjadikan bullying sebagai pembenaran merupakan sebuah kesalahan. Untuk mencegah hal seperti ini perlu ada komunikasi antara sekolah dan orang tua siswa untuk mencegah perundungan yang mungkin bisa mereka lakukan atau bahkan mereka yang menjadi korban. Jika sekolah ingin meminimalisir hal seperti ini, sekolah bisa melakukan seleksi dengan cara psikotes dan wawancara bagi para calon siswa dan santrinya, dan komunikasikan juga kepada calon orang tua siswa dan santri akan keadaan anaknya yang mungkin harus lebih diperhatikan lagi.

Kurangnya edukasi dan kesadaran:

Banyak orang, termasuk anak-anak, belum memahami dengan jelas apa itu bullying dan dampak negatifnya. Hal ini dapat menyebabkan mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang melakukan bullying atau menjadi korban bullying. Dalam pengalaman pribadi penulis saja dulu waktu SMA kelas satu hampir penulis melakukan tindakan bullying kepada teman sekelas karena hal sepele yaitu diajak teman untuk memukuli teman sekelas karena dia yang lebih pelit. Padahal hal seperti itu merupakan hal yang tidak diperbolehkan, rata rata anak SMP dan SMA kelas 1 terutama laki laki itu belum masuk fase dewasa. mereka belum paham mana yang boleh mana yang tidak boleh termasuk bullying. 

Kurangnya pengawasan: 

Kurangnya pengawasan dari orang tua, guru, atau orang dewasa lainnya dapat memberikan kesempatan bagi pelaku bullying untuk melakukan tindakan mereka. Di pesantren pengawasan merupakan PR paling penting untuk mencegah perilaku bully, kenapa? Karena pesantren merupakan lembaga yang sangat rawan terjadi aksus perundungan. Maka dari itu penting bagi setiap pesantren untuk minimal melakukan pengawasan terhadap lingkungan sekitar, lebih bagus lagi pengawasan kepada para staf pengajar dan pengawasan terhadap santri santri mereka untuk meminimalisir adanya korban dan tindakan perundungan.

Faktor sosial: 

Bullying dapat terjadi karena faktor sosial, seperti tekanan teman sebaya atau keinginan untuk diterima dalam suatu kelompok. Hal seperti ini menjadi alasan umum mengapa perilaku perundungan selalu ada baik di lingkungan sekolah dan pesantren. Faktor seperti ini bisa diminimalisir dengan pendekatan pendekatan tertentu, salah satunya adalah dengan memberikan edukasi kepada anak siswa dan santri untuk saling menghargai dan saling menerima semua teman teman mereka, berkelompok itu boleh tapi harus saling toleransi dan saling menghargai sesama.

Ketidakmampuan korban untuk membela diri: 

Korban bullying mungkin tidak memiliki kemampuan untuk membela diri, sehingga mereka menjadi sasaran empuk bagi pelaku bullying. Pelaku bully juga biasanya anak anak yang beraninya bergerombol dan melawan orang yang tidak berdaya, kalau ini dianggap keras maka mereka salah, hal seperti ini hanya bisa dilakukan oleh orang yang tidak percaya diri dan bahkan hanya bisa berani bersembunyi di belakang ketiak orang lain. Bagi mereka yang merasa jadi korban perundungan, alangkah baiknya untuk bisa membela diri minimal melawan atau kalau tidak membuat laporan kepada pihak yang lebih dewasa seperti guru dan kepala pesantren. Jika sekolah sudah lepas tangan, alangkah baiknya bawa ke jalur hukum biar memberikan efek jera ke para pelaku dan kepada lembaga pendidikan yang tidak bertanggung jawab.

Akses media sosial: 

Media sosial dapat menjadi platform bagi pelaku bullying untuk melakukan tindakan mereka secara anonim, sehingga mereka merasa aman dan tidak terdeteksi. Cyberbullying ini merupakan tindakan perundungan di media sosial yang tidak bisa dipandang sebelah mata, beberapa kasus Cyberbullying terjadi di luar negeri bahkan sampai menelan korban jiwa seperti kasus bunuh diri nya Goo Hara dan Jeong Da Bin, bahkan yang ramai beberapa tahun lalu aktris yang baru naik daun Sulli yang menjadi korban Cyberbullying di negaranya. Kata kata yang anda tulis di kolom komentar memang terbilang pedas tapi tidak semua orang mampu menangkap itu sebagai hal yang bisa dicerna begitu saja, ingat jangan berkomentar negatif sesukanya, sebagai umat muslim kita harus bisa saling menghargai baik itu di dunia nyata dan dunia maya.

Ketidaktegasan dalam menangani kasus bullying: 

Seringkali, kasus bullying tidak ditangani dengan tegas, sehingga pelaku tidak merasakan efek jera dan korban tidak mendapatkan perlindungan yang memadai. Hal seperti ini yang sering dan rutin terjadi di negara wakanda kita tercinta. Bagaimana tidak, orang tua seperti guru menganggap perundungan sebagai perilaku bercanda, bahkan hingga ada korban jiwa sang guru berkata bahwa pelaku bullying adalah anak yang berprestasi. Bahkan yang bikin miris dalam beberapa berita beberapa waktu ini tentang kasus perundungan yang didapatkan oleh santri salah satu pesantren yang ada di Jawa Timur, yang mengembalikan korban bully setelah meninggal dunia tanpa rasa bersalah sama sekali. Hal seperti ini yang perlu dirubah bahwa perundungan bukan bercanda, ketika nyawa jadi taruhan bukan menjadi bahan bercanda yang layak dipublikasikan.

Kesimpulan : Bullying bisa diatasi bahkan tindak tegas pelaku bullying apapun alasannya

Pelaku bullying harus ditindak tegas jangan hanya dikembalikan kepada orang tua tapi kalau bisa bawa ke ranah hukum bisa jadi pembelajaran bagi para lelaku lainnya. Guru sebagai orang tua yang ada di sekolah harus paham mana bercanda mana bullying, jika sudah menghina fisik dan bahkan melakukan kekerasan terhadap fisik, itu bukan lagi bercanda tapi masuk ke bullying.

 

Berita Terkait
Baca Juga:
Jenis Influencer Berdasarkan Jumlah Pengikut dan Platform

Jenis Influencer Berdasarkan Jumlah Pengikut dan Platform

Tips      

12 Jul 2024 | 1000


Influencer marketing telah menjadi strategi yang populer dalam dunia pemasaran digital dewasa ini. Dengan meningkatnya penggunaan media sosial, pengaruh dari influencer dalam mempromosikan ...

6 Strategi Efektif Mempromosikan Lembaga Pendidikan Anda Melalui Internet

6 Strategi Efektif Mempromosikan Lembaga Pendidikan Anda Melalui Internet

Tips      

22 Jul 2024 | 705


Promosi lembaga pendidikan melalui internet menjadi salah satu hal yang krusial dalam menghadapi persaingan bisnis pendidikan yang semakin ketat. Dengan semakin berkembangnya teknologi, ...

Network Engineer

Siapa Bilang Jurusan Informatika Cuma Ngoding? Ini Alasan Profesi Network Engineer Makin Diburu!

Pendidikan      

15 Jan 2026 | 110


Di balik lancarnya internet kampus, stabilnya sistem akademik daring, dan mulusnya akses berbagai platform digital, ada satu peran penting yang sering luput dari sorotan, yaitu Network ...

SEO friendly

Menemukan Peluang Besar dalam Forex dan Trading untuk Meningkatkan Bisnis Anda

Bisnis      

4 Jun 2025 | 299


Dalam era digital saat ini, banyak orang yang mencari cara untuk mendapatkan keuntungan melalui berbagai jenis investasi. Salah satu cara yang semakin populer adalah forex dan trading. ...

pesantren modern di bandung

Mengenalkan Konsep ‘Fun Learning’ Saat Liburan Sekolah untuk Anak

Pendidikan      

27 Feb 2025 | 470


Liburan sekolah adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak untuk bersantai, bermain, dan menikmati waktu bersama keluarga. Namun, periode ini juga menjadi kesempatan emas untuk ...

TikTok

Optimalkan Akun TikTok Anda! Cara Mudah Meningkatkan Follower dan View

Teknologi      

28 Maret 2025 | 524


TikTok saat ini menjadi salah satu platform media sosial yang paling populer di dunia. Dengan miliaran pengguna aktif, TikTok menawarkan peluang luar biasa bagi individu dan bisnis untuk ...

Copyright © Jakarta-Media.com 2018 - All rights reserved